Obama Kian Mantap, McCain Mulai Panik PDF Cetak E-mail
Oleh Deydi Mokoginta   
Senin, 20 Oktober 2008 04:06

Washington—Panik. Begitu kesan yang mengemuka dari kampanye John McCain. Men-cermati kian mantapnya posisi rivalnya Barack Obama di lewat survei sejumlah lembaga, calon presiden (capres) AS dari partai Republik ini kembali menyerang saingannya itu.


McCain menyamakan rivalnya dari partai Demokrat Barack Obama bagaikan tokoh sosialis Eropa yang mendukung advo-kasi penyebaran kekayaan. Dengan waktu pemilihan presiden AS yang tinggal 2 minggu lagi, kampanye antara 2 kubu partai semakin memanas saat Obama menangkal tudi-ngan McCain itu dengan me-nyatakan rivalnya tersebut tak menaruh perhatian pada mas-yarakat kelas menengah Ame-rika yang memerlukan poto-ngan pajak.

Kedua calon presiden AS tersebut saling menyerang di isu pemotongan pajak.
Baik McCain dan Obama sa-ling menuduh telah menya-lahgunakan isu masyarakat ekonomi menengah di tengah berlangsungnya krisis keua-ngan.
McCain dilaporkan semakin agresif dalam debat nasional maupun kampanye pribadinya beberapa hari terakhir pada saat beberapa hasil jajak pendapat belakangan menunjukkan bahwa ia ketinggalan poin dari Obama baik secara nasional maupun di negara bagian yang selama ini dianggap sebagai pendukung Republik.
Obama menyatakan kebijakan pa-jaknya akan mencakup pemotongan sebesar 95 persen untuk masyarakat pekerja. Obama menetapkan kebija-kan untuk menaikkan pajak hanya pada keluarga yang berpenghasilan 250.000 dollar AS per tahun.
McCain berargumentasi bahwa 40 persen masyarakat AS tak membayar pajak penghasilan karena sudah pen-siun atau tak memenuhi kriteria upah minimum regional. Oleh karena itu, McCain menganjurkan usulan pemo-tongan pajak satu-satunya adalah dengan menawarkan berbagai paket kredit.
Kubu Republik dan Demokrat akan menyaksikan secara seksama komen-tar yang akan disampaikan oleh man-tan menteri luar negeri AS Colin Po-well tentang pilihan pensiunan jenderal berbintang empat itu terhadap presi-den AS mendatang. Komentar Colin Powell itu akan dimuat secara ekslusif dalam wawancara dengan televisi NBC “Meet the Press”. Dukungan Powell yang selama ini berpihak ke Obama diperkirakan akan menjadi pukulan telak bagi McCain yang sela-ma ini meragukan latar belakang senator Illinois itu untuk menjadi presiden AS. Komentar dari Powell nanti diper-kirakan akan mematahkan argumen-tasi Republik bahwa Obama merupa-kan pilihan penuh resiko apabila warga AS menunjuknya sebagai pemimpin militer tertinggi.(komc)

Terakhir Diupdate ( Senin, 20 Oktober 2008 04:39 )
 

Tampilan Cetak

Pengunjung

Terdapat 2 Tamu online