Matahari 36 Jam Bersinar Jadi Heboh di Internet PDF Cetak E-mail
Oleh Deydi Mokoginta   
Rabu, 15 Oktober 2008 04:59

”PADA tanggal 17 Oktober 2008, matahari akan terus menyinari kita selama 36 jam (1.5 hari). Dan selama itu Ame-rika dan tetangga2 nya akan gelap 1.5 hari.Ini akan meng-konversi 3 hari menjadi 2 hari besar. Ini terjadi setiap 2400 ta-hun sekali. Kita beruntung da-pat menyaksikan dan merasa-kannya, beri tahu teman2 yah!”

Begitu bunyi pesan yang he-boh di internet, lewat milis, SMS dan Online Social Networking (ONS) seperti face-book. Pesan ini salah satunya disebar Alie Abel pada pukul 17.52 Wita Selasa (14/10) kema-rin. Spontan hal ini ditanggapi pro-kontra dalam ONS tersebut.
Menurut Ketua Jogja Astro Club Mutoha Arkanuddin di mutoha.blogspot.com bahwa berita tersebut adalah berita bohong. “Bagaimana mungkin? Anak kecil aja tahu bahwa ter-jadinya siang dan malam adalah pengaruh perputaran Bumi pada porosnya, atau yang dise-but peristiwa rotasi, yang mem-butuhkan waktu tidak pernah berubah sejak Bumi diciptakan hingga sekarang, yaitu 24 jam atau 8.600 detik relatif terhadap posisi Matahari. Jadi kalau siangnya saja 36 jam ditambah malamnya 12 jam maka sehari-semalam total ada 48 jam? Apa ini bermakna rotasi Bumi istirahat selama 24 jam? Atau terjadi perlambatan rotasi pada tangal itu? Jelas ini adalah hal yang mustahil. Kalau memang itu terjadi pastilah Bumi sudah kiamat tentunya. Sebab perlam-batan 1 detik saja terhadap rotasi Bumi akan membawa dampak yang bahaya terhadap nasib Bumi dan seluruh penghuninya,” bebernya pan-jang lebar.
Menurutnya, di Bumi memang ada daerah yang pada bulan tertentu tidak pernah meng-alami siang, dan pada bulan yang lain tidak pernah malam. “Namun peristiwa ini tentunya terkait dengan gerak musim Ma-tahari dan berulang setiap ta-hunnya,” jelas ketua perkumpu-lan astronom amatir itu.
Ditambahkan Mutoha, dia sebelumnya juga banyak men-dapat email dan sms dari seja-wat dengan pertanyaan yang sama, menyakan kebenaran berita ini. “Penasaran juga, setelah saya coba telusuri via Google, penyebar berita bo-hong tersebut ternyata asalnya dari India, tepatnya dari kota Andra Pradesh. Setidaknya sejak awal Agustus tahun ini hingga awal Oktober ini sudah ribuan posting yang berisi pe-san serupa dikirimkan kepada para pengguna internet,” imbuh member di International Crescents Observation Project (ICOP).
Versi asli hoax ini adalah, “Coming October 17 the sun will rise continuously for 36 hours (1.5 days) in this time the US countries will be dark for 1.5 days.It will convert 3 days to big days.It will happen once in 2400 years. We are very lucky to see it. Enjoy the day.” on abovetop secret, a forum post says soemoen got a text message froma friend saying”.
Kendati membantai habis-habisan, namun Mutoha ber-syukur. “Jika melihat sisi nega-tifnya, tentu kita akan berko-mentar bahwa berita bohong semacam ini tidak perlu terjadi. Namun jika melihat sisi positif-nya bisa jadi hoax ini justru dapat menjadi salah satu model propaganda dalam memasyara-katkan astronomi kepada masyarakat. Justru karena ada berita bohong ini masyarakat jadi bertanya dan akhirnya tahu. Itulah India yang kita sudah tahu mereka dalam pendidikan astronominya selang-kah lebih maju dari Indonesia. Ternyata mereka punya cara yang jitu memasyarakatkan astronomi,” pungkasnya.(henzoe)

 

Terakhir Diupdate ( Sabtu, 18 Oktober 2008 08:53 )
 

Tampilan Cetak

Pengunjung

Terdapat 1 Tamu online