ASIAN BEACH GAMES 2008 PDF Cetak E-mail
Oleh Deydi Mokoginta   
Senin, 20 Oktober 2008 04:10

Indonesia Rebut 4 Emas

Tanjung Benoa—Tak seperti ajang olahraga multievent lain-nya, Indonesia mengawali lang-kah dengan kepala tegak di Asian Beach Games 2008. Lihat saja hari Minggu (19/10) kema-rin, 4 medali emas sekaligus dire-but kontingen kita. Ke-4 emas direbut dari cabang pencak silat dan perahu naga.


Emas pertama Indonesia diraih pesilat tunggal putra nomor seni, Gusti Arya Yudapandita. Pesilat tuan rumah ini sukses mengalah-kan enam pesilat lain yang seluruhnya berasal dari Asia Tenggara. Adapun negara yang ambil bagian dicabang ini adalah Malaysia, Singapura,Viet-nam,Thailand, Filipina, Brunei.
Walaupun tampil paling akhir, Arya berhasil mengumpulkan total 457 poin dan meraih menggondol medali emas.
Sedangkan medali perak sen-diri direbut pesilat Vietnam, Anh Nguy En Viet yang mengum-pulkan 450. Medali perunggu sendiri Muhammad Khairul Bahrin yang berasal dari Brunei setelah berhasil mengumpulkan 449 poin.
Sementara itu emas ke 2 diraih pasangan ganda Indonesia Sang Ayu Ketut Sidan dan Nyi Made Dwiyanti, keduanya total mengumpulkan poin 570. Medali perak sendiri direbut pasangan Vietnam dan medali perunggu menjadi milik pasangan asal negeri jiran Malaysia.
Mengenai kemenangan yang ber-hasil diraihnya Arya berkomentar, “Saya bangga sekali bisa memper-sembahkan emas pertama bagi Indonesia di ajang ABG ini. Vietnam adalah lawan terberat bagi saya, namun pesilat mereka belum ter-biasa dengan cuaca dan pasir yang panas seperti di sini”.
Hampir senada dengan Arya, pe-latihnya I Nyoman Sunarta menga-ku kualitas pesilat Indonesia me-mang jauh lebih unggul dari lawan-lawan yang ada. Hal itu terlihat jelas dari faktor persiapan yang dila-kukan timnya.
Sementara itu, berlomba di pantai Suwung, tim putra dan putri Indonesia sukses menjadi yang tercepat pada nomor 1000 meter. Tim putra yang bertanding dengan Myanmar, Philipina dan Thailand mencatat waktu terbaik 4:29;24. Catatan ini lebih cepat dari Myanmar dan Phi-lipina yang masing-masing men-catat 4;34;29 dan 4;42;91.
Sementara di nomor putri, Indonesia mempecundangi China dan Thailand. Tim Merah Putih menca-tat waktu terbaik 5;05;66, China 5;05;76 dan Thailand 5;09;59. Dengan tambahan dua emas ini, kontingen Indonesia saat ini sudah mengumpulkan empat medali emas.

DIBUKA
PRESIDEN

Pembukaan Asian Beach Games (ABG) 2008 itu sendiri berjalan sukses di Garuda Wisnu Kencana kemarin. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang membuka multievent itu berharap momen ini menjadi penyatu bagi 45 negara yang berpartisipasi di dalamnya.
Orang nomor satu di Indonesia ini menjelaskan keunikan Bali, ter-utama masyarakat Pulau Dewata diharapkan menjadi nilai tambah kelancaran multievent tersebut. “Bali merupakan pulau yang indah, di mana keunikan dapat ditemui di sini. Bahkan, jika Anda berjalan di Bali akan menemukan anak kecil yang bahagia berlari, berenang, hingga berselancar di pantai. Lan-dasan ini yang membuat kami op-timistis akan mampu menyelengga-rakan multievent ini dengan baik,” kata SBY melalui pidatonya.
SBY pun mengharapkan seluruh atlet yang berpartisipasi akan men-junjung tinggi nilai sportivitas. Bahkan, menurutnya, ciptakan mo-men bersejarah melalui momen kali pertama di dunia tersebut. Semen-tara Presiden Olympic Council of Asia (OCA) H.E Sheikh Ahmad Al-Fahad Al Sabah sangat berterima kasih atas dukungan Pemerintah Indonesia selaku tuan rumah. Pre-siden Komite Olimpiade Interna-sional Jacques Roggue juga senang dengan terealisasinya multievent kali ini.
Pria asal Kuwait ini berharap ke-sempatan ini akan menjadi momen terbaik bagi seluruh peserta. “Saya selaku Presiden OCA sangat ber-terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama kepada media yang telah melakukan publikasi event ini secara luas,” ujarnya.
Sementara itu, pembukaan berte-ma kolosal sukses dilakukan melalui tiga konsep tarian yang dipersem-bahkan panitia. Mulai dari welcome dance yang meliputi tari barong beserta tarian adat Bali yang dipersembahkan oleh 800 penari. Lalu, five region yang meliputi pembagian kawasan Asia menjadi lima yakni Asia Barat, Selatan, Timur, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Terakhir, panitia mem-persembahkan tarian kecak sekali-gus momen puncak penyalaan api obor di kuadron Garuda Wisnu Kencana oleh atlet layar I Gusti Made Oka Sulaksana.
Konsep ini ternyata memberi kesan bagi seluruh kontestan yang ambil bagian dalam defile pembukaan. Salah satunya Chief de Mission Qatar Tarik Saed Al Abdulla yang mengaku pembukaan ini unik karena pihaknya bersatu dengan negara kawasan Timur Tengah lainnya.
Menurutnya, pihaknya belum pernah menemui konsep defile seperti ini sebelumnya. Biasanya para peserta yang akan ambil bagian masuk berdasarkan alphabet. “Segala konsep baru menurut saya bagus, termasuk yang saat ini tengah dilakukan,” kata Tarik yang memberikan nilai 8 dari 10 poin pembukaan ini sebelum memasuki Garuda Wisnu Kencana kemarin. Jian Jie selaku Ofisial Kontingen China pun, sependapat. Dia bahkan terkesan ketika pembukaan ini dipentaskan kolosal kerajaan Sriwijaya yang menggambarkan kemasyuran Indonesia tempo dulu.
Sementara Kim Jey-yoon selaku atlet voli pantai lebih tertarik dengan kebudayaan setempat yang menonjol dalam pembukaan tersebut. “Saya pikir pembukaan ini memiliki konsep yang luar biasa. Panitia dapat mengemas pembukaan ini dengan baik meski tidak memiliki space yang luas,” cetus Kim.
Djoko Pramono selaku Chief d

 

Tampilan Cetak

Pengunjung

Terdapat 1 Tamu online